Kyfi's Blog

Cara Membuat WBS Dalam Penulisan Ilmiah

Posted on: November 14, 2011

WBS adalah singkatan dari Work Breakdown Structure. WBS adalah pengaturan secara hirarki daripada product dan services yang dihasilkan selama dan oleh suatu project. WBS dapat memberikan kita kemampuan untuk “membagi” project manjadi potongan-potongan yang mempunyai arti dan saling berhubungan, tentu saja untuk keperluan planning dan control. WBS akan memberikan kita struktur dan guideline dari project schedule yang akan kita buat.

Pada prinsipnya WBS ini sama dengan EPS. Yang membedakannya adalah kalau di EPS kita berbicara pada struktur enterprise, perusahaan. Struktur yang kita buat adalah struktur dari suatu perusahaan. Sedangkan yang kita organize di dalam enterprise adalah project project, atau folder projects, atau bisa dibilang kalau unit terkecil dari EPS itu adalah project.

 Sedangkan kalau kita bicara WBS, berarti kita berbicara dalam suatu project. Jadi struktur yang kita buat disini adalah struktur dari suatu project, dengan unit terkecil yang berada dalam schedule adalah

activity atau task.

 

WBS adalah sebuah deliverable – orientated collection of project Component
• Menampilkan gambar / grafik tentang hirarki proyek
• WBS bisa diartikan sebagai teknik untuk :
• Membagi keseluruhan proyek kedalam komponen-komponen
• Memecah komponen ke level-level berikutnya sampai dengan tugas
• Setiap tugas yang dimaksud merupakan unit yang dapat dikelola (direncanakan, dianggarkan, dijadwalkan dan dikendalikan) / Manageable unit.
Sebuah proyek yang komplek agar mudah dikendalikan harus diuraikan dalam bentuk komponen-komponen individual dalam struktur hirarki, yang dikenal dengan Work Breakdown Structure(WBS).

Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerangkan komponen-komponen yang harus dibangun dan pekerjaan yang berkaitan dengannya.

Dalam Penulisan Ilmiah Panggajian Perusahan ini, WBS yang digunakan adalah Bentuk Hirarki.

WBS (Work Breakdown Stucture) adalah Sebuah breakdown pekerjaan struktur (WBS) dalam manajeman proyek dan rekayasa sistem , adalah alat yang digunakan untuk mendefinisikan dan kelompok proyek elemen kerja sendiri dengan cara yang membantu mengatur dan menentukan ruang lingkup kerja total proyek.

Ada empat macam bentuk dasar dari WBS yang biasa digunakan dalam
proses pembuatan aplikasi penggajian, yaitu :

1. Linear

Linear merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya dan tidak diperbolehkan adanya percabangan.

Tampilan yang dapat ditampilkan adalah satu halaman sebelumnya atau satu
halaman sesudahnya.
2. Hirarki

Struktur hirarki merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu.

Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page atau halaman utama.

Halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page atau halaman pendukung.

Jika salah satu halaman pendukung diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page, halaman utama kedua. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.

3. Non Linear
Pada struktur non linear diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Percabangan ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki.

Pada navigasi non linear walaupun terdapat percabangan tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai
kedudukan yang sama tidak ada pada master page dan slave page.

4. Campuran (Composite)
Struktur penjejakan campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur
sebelumnya.

4.1. Membuat WBS

 

Ketika kita membuat elemen elemen WBS, satu root level dengan nama yang sama dengan nama project akan secara otomatis ditambahkan.

  • Setiap project mempunyai WBS hirarki yang unik.
  • Elemen elemen yang berada di dalam WBS mempunyai hubungan “child/parent”, yang berarti bahwa kita dapat me-roll up dan meng summarize informasi yang berasal dari level yang lebih rendah. Hal ini seperti terlihat dalam gambar 4.1 dibawah ini

Gambar 4.1 Hirarki dari WBS

 

Untuk contoh kongkritnya, kita akan coba untuk membuat WBS dari project yang sudah kita buat foldernya sebelumnya. Kita akan pakai project AMOGEC-0002, Platform Fabrication sebagai contoh project yang akan kita develop schedulenya.

Dalam kaitannya dengan “child/parents”, ini berarti bahwa:

· Platform Fabrication adalah “parents” dari jacket, deck, boatlanding, conductors dan load  out. Sebaliknya, jacket, deck, boatlanding, conductors dan load out adalah “child” dari Platform

Fabrication.

· Jacket adalah “parents” dari legs, panels dan conductors sleeve. Dan sebaliknya, legs, panels dan conductors sleeve adalah “child” dari jacket.

· Deck adalah “parents” dari main deck, secondary deck, mezzanine deck dan heli deck. Dan sebaliknya, main deck, secondary deck, mezzanine deck dan heli deck adalah “child” dari deck.

 

Langkah langkah dalam pembuatan WBS:

· Dari home window, kita klik Project button, dan akan membawa kita ke window dari project.

· Highlite project AMOGEC-002, klik kanan, dan pilih Open Project (lihat gambar 4.2).

Gambar 4.2. Window dari open projects

 

· Pada directory bar yang ada di sebelah kiri, kita klik WBS, sehingga akan menampilkan window dari Work Breakdown Structure.

Gambar 4.3. Window dari WBS

· Klik Add button yang ada di sebelah kanan dari window.

· Kita akan buat semua level 2 dari WBS, yaitu jacket, deck, boat landing, conductors, dan load out.

  • · Jangan lupa pergunakan Navigation/Toggel button, seperti yang pernah kita bahas sebelumnya pada pokok bahasan.

Hasil dari WBS level 2 yang sudah kita buat, akan seperti terlihat

pada gambar 4.4 di bawah ini

Gambar 4.4. WBS level 2 dari project AMOGEC-0002

 

· Sekarang kita teruskan dengan pembuatan WBS level 3 nya. Cara yang dipakai adalah sama dengan pembuatan WBS level 2. Tapi perlu diperhatikan penempatan dari cursor. Jika ingin membuat level 3 dari jacket, maka tempatkan/highlite di jacket. Begitu juga dengan level 3 dari deck. Sama dengan cara kita membuat EPS.

Jika semua WBS level 3 sudah kita buat, maka yang kita hasilkan akan

tampak seperti gambar 4.5 dibawah ini

Gambar 4.5. WBS level 3 dari project AMOGEC-0002

 

Berarti kita telah selesai dengan pembuatan WBS, yang berarti struktur dari project yang akan kita develop schedulenya sudah selesai.

4.2. Struktur WBS

Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya.Sebagai gambaran, Work breakdown structure (WBS) dapat diilustrasikan seperti diagram blok berikut:

Model WBS memberikan beberapa keuntungan, antara lain :

* Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan
* Memberikan dasar untuk mengestimasi, mengalokasikan sumber daya, menyusun jadwal, dan                menghitung biaya
* Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek .

Dikarenakan WBS merupakan struktur yang bersifat hirarki, maka bisa juga disampikan dalam bentuk skema sebagai berikut :

WBS merupakan pondasi untuk perencanaan proyek. WBS dibuat sebelum ketergantungan diidentifikasi dan lamanya aktifitas pekerjaan diestimasi. WBS juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi tugas-tugas dalam model perencanaan proyek. Oleh karena itu, idealnya rancangan WBS sendiri harusnya telah diselesaikan sebelum pengerjaan perencanaan proyek (project plan) dan penjadwalan proyek (project schedule).

Dengan memanfaatkan daftar pekerjaan pada WBS, akan dapat diperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan tersebut. Perkiraan bisa dilakukan dengan mempertimbangan beberapa hal, antara lain ketersediaan sumber daya dan kompleksitas.

Selanjutnya dilakukan penjabaran dalam kalender (flow time). Beberapa model pendekatan bisa digunakan untuk menghitung perkiraan waktu yang diperlukan :
• Most optimistic : Merupakan waktu ideal untuk menyelesaikan pekerjaan, diasumsikan segala sesuatunya berjalan lancar, dan sempurna.
• Most likely : Merupakan waktu yang dibutuhkan pada kondisi kebanyakan, tipikal dan normal.
• Most pessimistic :Merupakan waktu yang dibutuhkan ketika keadaan paling sulit terjadi.

Selanjutnya, estimasi waktu dilakukan dan dibagi dalam unit (misal 8 jam/hari). Estimasi waktu untuk suatu proyek Intranet (seperti contoh diatas) lebih sulit dari proyek pengembangan aplikasi lainnya. Hal ini karena masih sedikit proyek yang dapat digunakan sebagai patokan menghitung waktu pelaksanaan.

Dalam mengestimasi waktu ini juga harus dipertimbangkan beberapa hal, misal pengalaman teknologi server yang digunakan, keahlian Perl, CGI, Java, HTML, browser, dan juga bekerja dalam lingkungan TCP/IP.

Sumber:

http://rezamuftia.blogspot.com/2009/10/work-breakdown-structure.html

http://yulianidwiputri-uniez.blogspot.com/2010_11_01_archive.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: