Kyfi's Blog

TWITTER YANG BERMANFAAT BAGI UMKM

Posted on: Oktober 3, 2011

Jejaring sosial bernilai 7 miliar dolar ini merupakan jejaring sosial yang paling banyak digunakan oleh model bisnis B2C (Business-to-Consumer), selain Facebook terutama oleh kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Saat ini UMKM di Indonesia terus berkembang dengan laju pertumbuhan sebesar 2.7% setiap tahunnya. Dengan kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), sekitar 31%, mereka juga menyerap 87% tenaga kerja.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan ini adalah pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). Di dunia, UMKM memiliki kontribusi sebesar 55% dari PDB dunia dengan menyerap 65% tenaga kerja.

Keberhasilan Keripik Pedas Maicih di Bandung, dalam menggunakan pemasaran online dan jejaring sosial untuk meningkatkan omset dan laba merupakan sebuah kisah sukses nyata.

Coffee Groundz, sebuah kedai kopi di Houston, Amerika Serikat, sukses meraup peningkatan penjualan sebanyak 30%. Sang pemilik, J.R. Cohen, mulai aktif menggunakan Twitter sejak tiga tahun lalu untuk mempromosikan acara, menjual produk bermerk dan menangani transaksi dari para pelanggan.

Merujuk riset dari Burson-Marsteller, setiap perusahaan di dunia memiliki paling sedikit 4 akun Twitter dengan intensitas 27 post setiap minggunya dan jumlah follower rata – rata adalah 1.479 per akun serta mengikuti 730 akun. Prosentase Reply sebesar 38% dan ReTweet sebesar 32%.

Bagaimana Memulainya?

Sebagai langkah awal, pembuatan akun Twitter bisa dilakukan, disertai dengan foto, yang biasanya berisi logo perusahaan, biografi berisi profil singkat perusahaan dan tautan dengan alamat situs web perusahaan.

Gunakan aplikasi dan tool dari http://www.clickablenow.com dan http://www.twittercustomizer.com untuk melakukan kustomisasi latar belakang profil Twitter perusahaan anda.

Sesudahnya, penyantuman akun di berbagai direktori Twitter bisa dieksekusi. Perusahaan akan diminta untuk memasukkan beberapa kata kunci terkait sehingga akan memudahkan pengguna Twitter (tweeps) termasuk perusahaan itu sendiri dalam mencari dan mengikuti akun yang sesuai dengan minat serta keperluannya.

Agar akun dikenal maka perlu aktivitas promosi melalui berbagai media, terutama media konvensional baik above maupun below the line. Apabila sudah memiliki jumlah follower yang dirasa cukup, tweet bisa mulai di-post.

Sebagaimana aktivitas promosi lainnya, promosi akun perlu dilakukan berkesinambungan dan berkelanjutan untuk menjaring lebih banyak tweeps baik lama maupun baru. Setiap mention atau reply yang diterima, jika relevan dan memang perlu ditanggapi, sebaiknya dibalas.

Bentuk content diusahakan beragam. Selain teks, berbagi informasi dalam bentuk foto tentang aktivitas perusahaan seperti gathering, outing, workshop, seminar, konferensi juga mutlak dilakukan. Untuk mengetahui topik apa yang sedang marak dibicarakan oleh para tweeps, Twitter Trend patut dipantau.

Fasilitas Twitter Search bisa dimanfaatkan untuk menelusuri tweet yang berkaitan dengan perusahaan anda. Jika perlu dibalas, responslah tweet tersebut.

Ucapan terima kasih bisa diberikan kepada para follower maupun tweeps yang melakukan ReTweeting serta memberikan feedback (saran, gagasan, kritik, keluhan serta pujian) tentang perusahaan (cocreation activity).

Dari Karyawan, Ke Komunitas

Selain akun perusahaan, para karyawan perusahaan termasuk pihak manajemen diharapkan juga memiliki akun individual. Promosi atas akun karyawan dilakukan oleh akun perusahaan dan hal ini berlaku sebaliknya.

Sudah banyak pemilik maupun karyawan perusahaan yang mencantumkan akun Twitter di kartu namanya maupun bentuk marketing collateral lainnya. Akun karyawan cenderung lebih fleksibel, karena dengan akun ini informasi dan cerita di luar pekerjaan dan perusahaan seperti kehidupan sosial, humor, minat, hobi bisa disalurkan.

Untuk “memancing” interaktivitas, bisa gunakan pertanyaan, sementara untuk memperoleh atensi, bisa melakukan ReTweet atas tweet yang berisi pujian dan ucapan terima kasih dari follower dan tweeps lainnya.

Untuk menjaring lebih banyak tweeps, berbagi tips dan informasi seputar industri dan core business bagi masyarakat/komunitas patut dicoba.

Diktum bahwa “The Twitter community values interaction with real people.” jelas valid. Apabila komunitas sudah terbentuk, maka bisa dikembangkan dan dikelola sebaik mungkin serta menjadikan mereka sebagai komunitas loyal dengan menyelenggarakan program dan aktivitas berbasis komunitas (community activation).

Hasil riset McKinsey and Co. menyatakan bahwa 2/3 ekonomi dunia dipengaruhi oleh rekomendasi personal dan 78% calon pembeli lebih mempercayai rekomendasi dari pembeli lain menurut survey yang dilakukan oleh Neilsen Global Trust.

Beranggapan bahwa follower adalah pembeli, konsumen, pelanggan kita belaka dirasa kurang tepat. UMKM dapat menggunakan Twitter untuk merekrut karyawan baru, partner baru, pemasok baru, peritel baru dan sebagainya.

300 juta pengguna Twitter sampai dengan saat ini merupakan shareholder perusahaan anda. Sebagaimana jejaring sosial lainnya, Twitter dapat digunakan untuk berbagi informasi seputar presentasi, video, audio, pekerjaan, program, diskon, survei dan aktivitas lain perusahaan.

Ikutilah para pakar, perusahaan sejenis, pemimpin industri dan jika perlu, pesaing anda, untuk memperkaya informasi yang relevan dan berguna untuk kemajuan dan pertumbuhan perusahaan. Untuk mengelola following, follower, tweeps atau mencari akun yang ingin diikuti bisa memanfaatkan fitur Twitter Lists.

Keterbatasan Twitter

Perlu selalu diingat bahwa Twitter memiliki beberapa “keterbatasan”. 250 Direct Message per hari, 1000 tweets per hari (post maupun reply), 1000 akun yang bisa di follow per harinya merupakan limitasi yang berlaku untuk semua akses baik web, mobile, maupun aplikasi pihak ketiga.

Sebagaimana ditegaskan Twitter, mereka “memfasilitasi” jejaring sosial, mereka bukanlah situs jejaring sosial. Twitter mengawasi aktivitas following dan auto-unfollowing yang terlalu masif secara ketat.

Tujuan limitasi adalah menjaga kenyamanan dan stabilitas jejaring sosial dimana auto-follow-back (mengikuti akun follower setelah mereka mengikuti akun kita) diperbolehkan dan dianjurkan sementara auto-unfollowing tidak diperbolehkan.

Pengelolaan akun bisa dilakukan oleh pemilik, manajemen perusahaan atau karyawan departemen pemasaran. Seiring dengan bertumbuhnya perusahaan dan bertambahnya follower serta peran jejaring sosial ini bagi perusahaan, apabila akun dikelola oleh shared human resources, mungkin pengelolaan akun perlu dipercayakan kepada dedicated human resources atau dialihdayakan ke perusahaan penyedia jasa ini.

Pengelola akun harus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai mengenai telematika terutama jejaring sosial, etiket Twitter, seluk beluk perusahaan termasuk visi, misi, target dan tujuan jangka pendek serta jangka panjangnya.

Yang perlu diperhatikan adalah banyaknya situs maupun aplikasi pihak ketiga yang menawarkan berbagai fungsi tambahan seperti menelusuri informasi follower, following, akun tweeps lain, sampai menambah jumlah follower.

Telusuri aplikasi dan situs web ini secara mendalam karena dengan memberikan username dan password anda kepada mereka maka akun anda akan terekspos kepada spam, fraud, phising serta retasan.

Dengan prospek bisnis UMKM di Indonesia yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media yang diperkirakan akan mencapai 18,6 triliun di tahun 2014, melonjak 60,3% dari nilai bisnis tahun lalu, dengan penggunaannya strategi jejaring sosial yang tepat, akan lahir banyak kisah sukses lain layaknya Maicih di masa yang akan datang.

SUMBER : http://www.detikinet.com/read/2011/09/13/144058/1721265/398/pemanfaatan-twitter-bagi-umkm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: