Kyfi's Blog

GAGAL JANTUNG KONGESTIF / CONGESTIF HEART FAILURE (CHF)

Posted on: Maret 16, 2011

I. Pengertian

Gagal jantung adalah suatu sindrom klinis yang rumit yang ditandai dengan adanya abnormalitas fungsi ventrikel kiri dan kelainan regulasi neurohormonal, disertai dengan intoleransi kemampuan kerja fisis, retensi cairan dan memendekkan umur hidup (Packer, IPD, 1996).

 

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompakan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi (Suzanne C, Smeltzer, 2000)

 

 

II. Etiologi

Gagal jantung dapat terjadi sebagai akibat penyakit jantung yang sebenarnya tidak secara langsung mempengaruhi jantung.Mekanisme yang biasanya terlihat mencangkup gangguan aliran darah melalui jantung, ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah, atau pengisian janting abnormal.Peningkatan mendadak afterload akibat meningkatnya tekanan darah sistemik dapat menyebabkan gagal jantung meskipun tidak ada hipertrofi miokardial.

Terdapat sejumlah factor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung, meningkatnya laju metabolisme, hipokria, dan anemia juga dapat menurunkan suplai oksigen ke jantung, secara sekunder akibat gagal jantung menurunkan efisiensi keseluruhan fungsi jantung.

 

 

III. Patofisiologi

Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi gangguan kemampuan kontraktilitas jantung yang menyebabkan curah jantung lebih rendah dari curah jantung normal.

Konsep curah jantung paling baik dengan persamaan  CO = HR X SV dimana curah jantung (CO = Cardiac Output) adalah fungsi frekuensi jantung (HR = Hearth Rate) x volume sekuncup (SV = Stroke Volume).

Pada gagal jantung dengan masalah utama kerusakan dan kekakuan serabut otot jantung, volume sekuncup berkurang dan curah jantung normal masih di pertahankan.

Volume sekuncup, jumlah darah yang dipompa pada setiap kontraksi tergantung pada tiga factor : preload, kontraktilitas, dan afterload.

Preload adalah sinonim dengan hokum starling pada jantung yang menyatakan bahwa jumlah darah yang mengisi jantung berbanding langsung dengan tekanan yang ditimbulkan oleh panjangnya regangan serabut jantung.

Kontraktilitas mengacu pada perubahan kekuatan kontraksi yang terjadi pada tingkat sel dan berhubungan dengan perubahan serabut jantung dan kadar kalsium.

Afterload mengacu pada besarnya ventrikel yang harus dihasilkan untuk memompa darah melawan perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh tekanan arteriole.

 

Pada gagal jantung bila satu atau lebih dari ketiga factor tersebut terganggu, hasilnya curah jantung berkurang.Kemudahan dalam menentukan pengukuran hemodinamika melalui prosedur pemantauan invasive telah mempermudah diagnosa gagal jantung kongestif dan mempermudah penerapan terapi farmakologi yang efektif.

 

IV. Tanda dan Gejala

Pada gagal jantung kongestif terjadi manifestasi gabungan gagal jantung kanan dan kiri, yaitu:

  1. gagal jantung kiri

–          dispnea d’ effort                           – ventricular heaving

–          fatigue                                           –  bunyi derap S3 dan S 4

–          ortopnea                                                    – pernafasan cheynesstokes

–          batuk                                             – takikardia

–          pembesaran jantung                      – pulsus alternans

–          irama derap                                   – ronki dan kongesti vena pulmonalis

 

  1. gagal jantung kanan

–          fatigue

–          edema

–          liver engorgement

–          anorelisia dan kembung

 

3.   pada pemeriksaan fisik didapatkan

–          hipertropi jantung kanan                           – bunyi P2 mengeras

–          heaving ventrikel kanan                            – asites

–          irama derap atrium kanan                          – hidrotorak

–          murmur                                                      – peningkatan tekanan vena

–          tanda-tanda penyakit paru kronik             – hepatomegali

–          peningkatan tekanan vena jugularis          – edema pitting

 

 

V. komplikasi

  1. Syok kardiogenik

Merupakan stadium akhir disfungsi ventrikel kiri / gagal jantung kongestif, terjadi bila ventrikel kiri mengalami kerusakan yang luas.Otot jantung kehilangan kekuatan kontraktilitasnya, menimbulkan penurunan curah jantung dengan perkusi jaringan yang tidak adekuat ke organ vital (jantung, otak, ginjal).Derajat syok sebanding dengan disfungsi ventrikel kiri.Syok kardiogenik biasanya sering terjadi pada tamponade jantung, emboli paru, kardiomiopati, dan disritmia.

 

  1. Episode tromboembolik

Episode yang tersering adalah emboli paru pasien meningkat aktivitasnya setelah mobilitas lama, sebuah thrombus terlepas (thrombus yang terlepas dinamakan embolus) dan dapat terbawa ke otak, ginjal, usus, dan paru.Gejala emboli paru meliputi nyeri dada, sianosis, nafas pendek dan cepat, serta hemoptisis ( batuk berdarah).Emboli paru akan menyumbat sirkulasi ke bagian paru, menghasilkan daerah infark paru.Nyeri bersifat pleuritik artinya akan semakin nyeri saat bernafas dan menghilang saat pasien menahan nafasnya.

 

  1. Effusi pericardial dan tamponade jantung

Effusi pericardial mengacu pada masuknya cairan ke dalam kantung pericardium.Secara normal kantung pericardium berisi cairan sebanyak kurang dari 50 ml.Cairan pericardium akan terakumilasi secara lambat tanpa menyebabkan gejala yang nyata, perkembangan effusi yang cepat dapat meregangkan ukuran pericardium sampai ukuran maksimal dan menyebabkan penurunan curah jantung serta aliran balik vena ke jantung.Hasil akhir ini adalah temponade jantung.

 

 

VI. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan foto thorax dapat mengarah ke kardiomegali.Corakan vaskuler paru menggambarkan kranilisasi, fungsi elektrokardiografi (EKG) untuk melihat penyakit yang mendasari seperti infark miokard dan aritmia.pemeriksaan lain seperti pemeriksaan Hb, elektrolit,angiografi,fungsi ginjal, dan fungsi tiroid dilakukan atas indikasi.Berbagai pemeriksaan menyajikan data tentang jantung, antara lain :

  1. Echocardiogram

Informasi tentang bentuk, ukuran, gerakan otot jantung dan katup- katup bisa diketahui melalui gelombang suara ultrasonografi yang diarahkan ke jantung. Gelombang-gelombang mengarahkan struktur kardiak dan dapat di visualisasikan seperti bentuk gelombang listrik pada asioskop.

 

  1. Gated pool imaging

Untuk mendapatkan jenis bayangan diperlukan penyuntikan intravena technetium 99 m.setelah 3 – 5 menit pasien dibaringkan terlentang dan komputer menelusuri sisi kiri dari jantung.Seluruh sisi cardiac bisa direkam.Kegunaan dari prosedur ini adalah untuk mengevaluasi fungsi ventrikel kiri dan terutama untuk mengkalkulasi fraksi daya dorong.

 

 

  1. Katerisasi arteri pulmonal

Perkembangan dari titik balon membawa arah dari kateter arteri paru-paru (biasanya disebut swan gahz chateter) menunjukkan kemampuan yang berguna untuk menegakkan diagnosa dan pengobatan kegagalan jantung. Spesifikasi penggunaannya termasuk pengkajian fungsi ventrikel kanan dan ventrikel kiri dan evaluasi efek dari obat-obatan, termasuk modalitas pengobatan lain, seperti pembatasan dan peningkatan cairan intravena.

 

 

VII. Penatalaksanaan

Cara penanggulangan kegawatdaruratan pada payah jantung kongestif adalah:

  1. Terapi oksigen 4- 6 L permenit dengan menggunakan masker non-rebreathing. Namun biasanya klien tidak dapat mentoleransi pemasangan masker tetapi dapat mentoleransi kanula.
  2. Posisi klien didudukkan atau kepala ranjang ditinggikan.
  3. Morfin sulfat (4-8 mg) secara IV untuk menghilangkan gawat penafasan dan ansietas serta menyebabkan vasodilatasi perifer.
  4. Pemberian diuretik seperti furosemid (40- 80 mg) secara IV.
  5. Preparat digitalis seperti digoxin 0,5 mg secara IV atau IM terutama bila sudah ada takikardia supraventrikular
  6. Bila terjadi edema paru mungkin perlu dilakukan torniket rotasi untuk menahan darah vena di ekstremitas sehingga menghilangkan beban kerja jantung.

 

 

VIII. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif

  1. Pengkajian

–          Aktivitas / istirahat

gejala            : keletihan / kelelehan terus menerus sepanjang insomnia, nyeri dada dengan aktivitas, dispnea saat istirahat atau pada pengerahan tenaga.

Tanda           : gelisah, perubahan pada status mental (letargi, TTV berubah pada aktivitas )

 

–          Sirkulasi

Gejala           : riwayat hipertensi, IM baru / akut, episode GJK sebelumnya, penyakit katup jantung, bedah jantung, endokarditis, SLE, anemia syok, bengkak pada kaki, telapak kaki.

Tanda           : TD mungkin rendah, normal atau tinggi, frekuensi jantung takikardi.Warna : kebiruan, pucat, abu-abu sianostik, bunyi nafas krekels, ronki.

 

–          Integritas ego

Gejala        : ansietas, khawatir, takut dan stres.

Tanda        : berbagai manifestasi perilaku.

 

–          Makanan / cairan

Gejala  : kehilangan nafsu makan, ual, muntah, pembengkakan pada ekstremitas bawah, diet rendah garam, kafein, penggunaan diuretik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: