Kyfi's Blog

perusahaan manufaktur

Posted on: Februari 28, 2011

LAPORAN KEUANGAN

 

Laporan keuangan perusahaan manufaktur hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaannya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba.

 

 

Neraca

 

Perbandingan Neraca Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:

 

Perusahaan Dagang

Neraca sebagian

31 Desember 2005

  Perusahaan Manufaktur

Neraca sebagian

31 Desember 2005

Aktiva Lancar:     Aktiva Lancar:    
Kas Rp 1.000   Kas   Rp 1.200
Piutang (bersih) 13.000   Piutang (bersih)   4.000

Persediaan Barang Dagangan

9.000   Persediaan:    
Sewa Dibayar di Muka 2.900   Barang Jadi Rp 15.000  
  25.900   Barang Dalam Proses 18.000  
      Bahan Baku 9.000  
          42.000
      Sewa Dibayar di Muka   1.600
          48.800

 

 

 

Laporan Rugi-Laba

 

Perbandingan bagian Harga Pokok Penjualan di Laporan Rugi-Laba antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Manufaktur:


 

 

 

 

 

 

 

 

Perusahaan Dagang

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:  

Persediaan Barang Dagangan 1 Januari …………

Rp 10.000
(+) Pembelian Bersih …………………..…………… 99.250
Barang Tersedia Untuk Dijual ……………………… Rp 109.250
(-) Persediaan Barang Dagangan 31 Desember … 9.000
Harga Pokok Penjualan ……………………………. Rp 100.250
   
 

 

 

Perusahaan Manufaktur

Laporan Rugi-Laba sebagian

Periode Tahun 2005

Harga Pokok Penjualan:  
Persediaan Barang Jadi 1 Januari …………………. Rp 12.000
(+) Harga Pokok Produksi (lihat skedul) …………… 688.000
Barang Tersedia Untuk Dijual ………………………. Rp 700.000
(-) Persediaan Barang Jadi 31 Desember …………. 15.000
Harga Pokok Penjualan Rp 685.000
   

 

 

 

Komponen yang berbeda digambarkan secara skematis sbb:

 

 

Perusahaan Dagang:

 

 

Persediaan Barang + Pembelian – Persediaan Barang = Harga Pokok

Dagangan (Awal) Bersih Dagangan (Akhir) Penjualan

 

 

Perusahaan Manufaktur:

 

 

Persediaan Barang + Harga Pokok – Persediaan Barang = Harga Pokok

Jadi (Awal) Produksi Jadi (Akhir) Penjualan

 

 

 

Pada perusahaan manufaktur diperlukan banyak rekening untuk menentukan harga pokok produksi, tetapi dalam Laporan Rugi-Laba hanya disajikan totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.

 

 

Contoh Skedul Harga Pokok Produksi (merupakan lampiran Laporan Rugi-Laba di atas):

 

Skedul Harga Pokok Produksi

Tahun 2005

 

Persediaan Barang Dalam Proses 1 Januari …………………..

 

Rp 10.000

Ditambah:      
Bahan Baku:      
Persediaan 1 Januari ……………….. Rp 5.000    
Ditambah: Pembelian ………………. 100.000    
Tersedia Dipakai …………..………… 105.000 105    
Dikurangi : Persediaan 31 Desember 9.000    
Bahan Baku Dipakai ……………………………….. Rp 96.000  
Biaya Tenaga Kerja Langsung …………………….…. 200.000  
Biaya Overhead Pabrik:      
Tenaga Kerja Tidak Langsung ..…… Rp 50.000    
Listrik dan Air ………………………… 140.000    
Bahan Habis Pakai Pabrik …………. 30.000    
Penyusutan Gedung Pabrik ………… 120.000    
Penyusutan Mesin …………………… 60.000    
Total Biaya Overhead Pabrik ……………………… 400.000  
Total Biaya Produksi tahun ini …………………………………… 696.000
Total Biaya Barang Dalam Proses ………………………………… 706.000
Dikurangi:      
Persediaan Barang Dalam Proses 31 Desember …………….. 18.000
Harga Pokok Produksi ……………………………………………… 688.000
       

 

 

 

HARGA POKOK PRODUKSI

 

Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.

 

Biaya-biaya tersebut terdiri dari:

  • Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
  • Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)

 

 

Biaya Bahan Baku

 

  • Biaya Bahan Baku adalah harga perolehan (harga pokok) seluruh substansi / materi pokok yang terdapat pada barang jadi.

 

  • Bahan baku merupakan bagian Barang jadi yang dapat ditelusur keberadaannya.

 

  • Bahan baku pada sebuah pabrik dapat berasal dari Barang jadi pabrik yang lain.

 

 

 

 

 

 

Biaya Tenaga Kerja Langsung

 

  • Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki kinerja langsung terhadap proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisiknya maupun dengan bantuan mesin.

 

  • Tenaga kerja langsung memperoleh kontraprestasi yang dikategorikan sebagai Biaya tenaga kerja langsung. Jadi, Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.

 

 

Biaya Overhead Pabrik

 

  • Biaya Overhead Pabrik adalah biaya-biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

 

  • Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya overhead pabrik, a.l.:
    • Biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti Upah pengawas, mandor, mekanik, bagian reparasi, dll
    • Biaya bahan penolong, yaitu macam-macam bahan yang digunakan dalam proses pengolahan, tetapi kuantitasnya sangat kecil dan tidak dapat ditelusur keberadaannya pada barang jadi.
    • Biaya penyusutan gedung pabrik, Biaya penyusutan mesin, dll

 

 

 

SIKLUS AKUNTANSI

 

  • Siklus akuntansi perusahaan manufaktur sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.

 

  • Akuntansi perusahaan manufaktur dengan sistem fisik:

 

    • Rekening Persediaan Bahan Baku hanya digunakan untuk mencatat nilai bahan baku yang masih tersisa, baik di awal maupun akhir periode.

 

Transaksi pembelian Bahan baku tidak dicatat ke rekening Persediaan Bahan Baku, tetapi dicatat ke rekening Pembelian Bahan Baku, seperti terlihat pada jurnal berikut:

 

Mei 17 Pembelian Bahan Baku

Kas / Utang Dagang

Rp 100.000  

Rp 100.000

 

    • Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses, baik di awal maupun akhir periode.

 

    • Rekening Persediaan Barang Jadi hanya digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal dan akhir periode.

 

  • Jurnal penyesuaian untuk perusahaan manufaktur sama dengan jurnal penyesuaian untuk perusahaan dagang.

 

  • Neraca Lajur untuk perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan neraca lajur untuk perusahaan dagang, tetapi ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.

 

  • Contoh Neraca Lajur Sebagian:

 

 

Perusahaan Manufaktur

Neraca Lajur sebagian

Periode tahun 2005

Nama Rekening NSSD Harga Pokok Poduksi Laporan Rugi-Laba Neraca
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
Persediaan Barang Jadi 12.000       12.000 15.000 15.000  
Persed. Barang Dlm. Proses 10.000   10.000 18.000     18.000  
Persediaan Bahan Baku 5.000   5.000 9.000     9.000  
Pembelian Bahan Baku 100.000   100.000          
Biaya Tenaga Kerja Lgsg. 200.000   200.000          
Biaya Tenaga Kerja Tak Lgsg. 50.000   50.000          
Biaya Listrik dan Air 140.000   140.000          
Biaya Bahan Habis Pakai 30.000   30.000          
Biaya Penyst. Gedung Pabrik 120.000   120.000          
Biaya Penyst. Mesin 60.000   60.000          
Biaya Pemasaran 40.000       40.000      
Penjualan   1.500.000       1.500.000    
  ………. ……….. 715.000 27.000        
Harga Pokok Produksi       688.000        
      715.000 715.000        

 

 

JURNAL PENUTUP

 

Jurnal penutup untuk perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Dalam perusahaan manufaktur, rekening Harga Pokok Produksi digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini kemudian ditransfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.

 

Contoh:

 

Des. 31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Harga Pokok Produksi

Persediaan Barang Dalam Proses

Persediaan Bahan Baku

Pembelian Bahan Baku

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Biaya Listrik dan Air

Biaya Bahan Habis Pakai

Biaya Penyusutan Gedung Pabrik

Biaya Penyusutan Mesin

(untuk menutup rekening-rekening Persediaan Bahan Baku awal, Barang Dalam Proses awal, dan rekening-rekening Biaya produksi)

 

Rp 715.000  

Rp 10.000

5.000

100.000

200.000

50.000

140.000

30.000

120.000

60.000

 

 

 

  31 Persediaan Barang Dalam Proses

Persediaan Bahan Baku

Harga Pokok Produksi

(untuk mencatat persediaan akhir barang dalam proses dan bahan baku)

 

Rp 18.000

9.000

 

 

Rp 27.000

  31 Persediaan Barang Jadi

Penjualan

Ikhtisar Rugi-Laba

(untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup rekening penjualan)

 

Rp 15.000

1.500.000

 

 

Rp 1.515.000

  31 Ikhtisar Rugi-Laba

Persediaan Barang Jadi

Harga Pokok Produksi

(untuk menutup rekening persediaan awal barang jadi dan harga pokok produksi)

 

Rp 700.000  

Rp 12.000

688.000

  31 Ikhtisar Rugi-Laba

Biaya Pemasaran

(untuk menutup biaya pemasaran)

 

Rp 40.000  

Rp 40.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: