Kyfi's Blog

TEORI TEORITIS STROKE

Posted on: November 1, 2010

I. Pengertian

§  Disfungsional neurology akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal pada otak yang terganggu ( WHO, 1989)

§  Kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak (Brunner & Suddarth, 2001)

§  Keadaan yang terjadi tiba-tiba, dimana suplai darah ke otak berkurang akibat pecahnya pembuluh darah otak (annete G. 2000)

 

II. Etiologi

Stroke biasanya diakibatkan dari salah satu dari 4 kejadian:

1.      trombosis ( bekuan darah dalam pembuluh darah otak/ leher)

2.      embolisme cerebral (bekuan darah / material lain yang dibawa ke otak dari bagian tubuh yang lain)

3.      ischemia (penurunan aliran darah ke otak)

4.      hemoragi cerebral ; pecahnya pembuluh darah cerebral dengan perdarahan ke dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak

 

III. Faktor Resiko

  1. hipertensi
  2. usia (55-80 tahun)
  3. perokok
  4. kolesterol tinggi
  5. penyempitan/ sumbatan pembuluh darah karotis
  6. diabetes mellitus
  7. obesitas
  8. konsumsi alcohol
  9. penyalahgunaan obat (khususnya kokain)
  10. penurunan factor pembuluh darah (leukemia, pengobatan dengan antikolagen)

 

 

IV. Macam-macam Stroke

  1. stroke iskemik

Paling sering ditemukan sekitar 80 %.Penyebabnya adalah terganggunya kelancaran system aliran darah otak yang dapat disebabkan oleh karena tersumbatnya pembuluh darah otak oleh sumbatan yang ada dan kemudian makin membesar atau juga dapat disebabkan oleh sumbatan yang berasal dari jantung atau pembuluh nadi di leher (pembuluh darah karotis)

 

  1. stroke hemoragic

Sekitar 20 % dari jumlah stroke, penyebabnya adalah pecahnya pembuluh darah otak.

 

 

V. Tanda dan Gejala

Tergantung daerah dan luasnya bagian otak yang terkena.

§  Pengaruh terhadap status mental

–          tidak sadar

–          cofuse/ bingung

–          lupa akan tubuh sebelah

 

§  Pengaruh secara fisik

–          paralise

–          kesulitan menelan

–          gangguan penglihatan

 

§  Pengaruh terhadap komunikasi

–          bicara tidak jelas

–          kehilangan bahasa

 

§  Jika stroke pada hemisfer kanan

–          mengalami hemiparise kiri

–          perilaku lambat dan sangat berhati-hati

–          kelainan bidang pandang sebelah kiri

–          disfagia global, afasia, mudah frustasi

VI. Patofisiologi

 

Thrombus,emboli,iskemia,hemoragi          benturan langsung/ proses patologis lain

(tumor, hidrocepalus)

 

 

 

 

 

TIK meningkat

 

 

 

Suplai O2 ke otak terhambat

 

 

Terjadinya kekurangan O2 ke jaringan otak

 

 

iskemia

 

 

 

stroke

 

VII. Komplikasi

  1. hipoksia serebral
  2. penurunan aliran darah cerebral
  3. kerusakan otak/ epilepsy
  4. berhubungan dengan paralysis / kelumpuhan : nyeri pada daerah punggung, dislokasi sendi, deformitas, terjatuh

 

VIII. Penatalaksanaan dan Pencegahan

  1. Terapi farmakologi

–          anti koagulasi anti platelet

–          border kalsium

–          crental

–          diuretic

 

  1. Terapi dalam fase akut

–          pasien ditempatkan pada posisi lateral yaitu semi telungkup dengan kepala tempat tidur agak ditinggikan.

–          Intubasi endotrakea dan ventilasi mekanik perlu untuk pasien dengan stroke massif

–          Pasien dipantau untuk adanya komplikasi pulmonal

–          Pasien dipantau untuk adanya komplikasi pulmonal laspirdes, atelektasis, pneumonia, yang mungkin berkaitan dengan kehilangan refleks jalan nafas, immobilitas dan hipoventilasi

–          Jantung diperiksa untuk abnormalitasdalam ukuran dan irama serta tanda gagal jantung kongestif

 

  1. Pencegahan

–          periksa tekanan darah minimal setiap tahun, jika tinggi hubungi dokter

–          bila ada fibrilasi atrium segera hubungi dokter

–          tidak boleh merokok

–          tidak boleh minum-minuman keras berlebih

–          kadar gula terkontrol

–          gerak badan teratur

–          turunkan kadar kolesterol tinggi

–          diet rendah garam dan lemak

–          hubungi dokter bila ada gangguan aliran atau kelainan darah dan jika ada gejala stroke

 

IX. Pemeriksaan

–          rontgen kepala dan medulla spinalis

–          EEG/Electro Enchepalografi

–          Punksi lumbal

–          Angiografi celebri

–          MRI

–          Sinar X tengkorak

–          Pemeriksaan glukosa darah

–          PT (protrombine time) dan PTT (partial tromboplastine time)

 

X. Perawatan Secara Umum Pada Lansia Dengan Stroke

  1. Tujuan perawatan kepada klien lanjut usia yang mengalami kelumpuhan adalah mengurangi beban penderita yang dialaminya serta bila mungkin memulihkan kembali fungsi bagian yang lumpuh
  2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan pada klien lanjut usia yang lumpuh adalah bagian-bagian badannya yang tertekan.Posisi tidur perlu diubah-ubah  (weseliging) untuk mencegah timbulnya luka-luka lecet (decubitus) pada kulit yang terus menerus mengalami penekan.
  3. Posisi yang dianjurkan:
  1. posisi tidur terlentang

–          letak kepala; kepala diletakkan di bagian yang tidak sakit dan diberi bantal sebagai penahan

–          letak bahu; bahu diberi bantal dibawahnya untuk menghindari ketegangan otot

–          letak tangan dan pergelangan tangan diletakkan melebar ke luar dan dibawahnya diberi bantal dengan posisi bagian dalam arah keluar dan pada tangannya diberi gulungan kain untuk menghindari terjadinya atropi.

–          Panggul; bagian panggul kanan dan kiri diberi bantal dan dibagian bawah lutut yang lumpuh diberi bantalan agar kaki tidak kaku / jatuh (drop foot)

 

  1. posisi tidur miring

Pada posisi miring tubuh dibaringkan pada posisi yang tidak sulit.

–          sebaiknya dikepala diberikan bantal yang lunak untuk memberi rasa nyaman

–          lengan atas kedepan dan letakkan diatas bantal dengan sudut 45 dan tangan diberi kain gulungan untuk mencegah atropi

–          kaki juga diarahkan kedepan dan diberi bantal dibawahnya serta lutut ditekuk kurang lebih 15

 

  1. posisi tidur telungkup

–          kepala diarahkan ke samping dalam keadaan nyaman

–          bagian dada dibawahnya diberi bantalan untuk menahan tubuh dan memberi kebebasan bergerak bagi kepala dan leher

–          tangan diletakkan lurus dengan membentuk sudut 30 dengan tubuh

–          kaki diberi bantal dibawahnya untuk memberi posisi lekuk (fleksi) pada lutut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: