Kyfi's Blog

Perawatan Stroke/ Rehabilitasi Stroke di Rumah

Posted on: November 1, 2010

Tujuan dari perawatan stroke adalah mempertahankan kekuatan otot yang normal agartidak terjadi atropi, merangsang fungsi sensorik dan motorik sebagai salah satu usaha pengambilan fungsi yang hilang akibat paralise dan mencegah komplikasi istirahat yang lama

Beberapa latihan yang dapat dilakukan:

1.      Perawatan di tempat tidur

Perawatan stroke selama di tempat tidur adalah untuk mencegah komplikasi yang sangat ditekankan pada tahap permulaan adalah latihan pasif sampai dengan aktif dibantu pelaksanaan kegiatan latihan atau perawatan sebagian dapat dilakukan oleh keluarga.

§  Berbalik

Apabila penderita mengalami kesulitan untuk berpindah dan mengubah posisi di tempat tidur, ia akan merasa tidak nyaman.Hal ini dapat dicegah dengan menggunakan 1 atau 2 buah kursi yang memiliki sandaran tinggi

Contoh:

Ikatan kursi ke tempat tidur penderita berbaring terlentang dengan lutut ditekuk jika ingin berbalik ke sebelah kiri, dapat memegang belakang kursi dengan kuat menggunakan tangan kananya, kemdian menarik dirinya sendiri ke arah kursi

Gambar

 

 

 

 

 

§  Duduk tegak atau berpindah di tempat tidur

Improvisasi alat Bantu akan memfasilitasi penderita duduk, atau berpindah di tempat tidur secara mandiri.

 

 

Contoh:

Tempat tidur dengan mempunyai jeruji diujungnya.Ikatkan sebuah pegangan pada salah satu ujung tali, atau tambang yang tidak dapat meregang .Ikatkan ujung tali pada kaki/ bagian bawah tempat tidur, sehingga penderita dapat menarik dirinya sendiri dengan menggunakan tali/ tambang tersebut.

Gambar

 

 

 

 

 

Latihan Jalan

Dapat dilakukan disekitar tempat tidur, posisi kaki waktu berdiri dan ayunan kaki harus diperhatikan, penderita dapat dibantu dipegang atau berpegangan agar stabilitas tubuh pada posisi tegak dipertahankan.Bila memungkinkan latihan jalan memakai alat Bantu walking frame (alat Bantu berjalan berbentuk kerangka) atau tongkat yang bisa dipegang oleh tangan normal.Berjalan dengan standar walking frame penderita harus meluruskan dan menumpukkan berat badan pada lengannya.

Dengan bertumpu pada frame, penderita harus menempatkan salah satu kaki ke depan, meluruskan punggungnya dan kemudian melangkahkan kaki satunya maju.

Gambar

 

 

 

 

 

Berjalan Bersama Penderita

Berdiri didekat penderita, letakkan lengan anda diantara tubuh dan lengan bagian bawah penderita sehingga lengan anda menyanggah siku dan lengan bawah penderita.Anjurkan klien menggenggam dengan kuat ibu jari dan punggung tangan anda yang lainnya.

 

Gambar

 

 

 

 

 

Pemberian Makan Penderita Stroke

Cara pemberian makan penderita stroke perlu diperhatikan karena sering dijumpai disfungsi yaitu gangguan menggigit, mengunyah dan menelan, memberi makan harus hati-hati dan lambatdengan tidak terburu-buru dan penuh perhatian, karena bila terlalu cepat akan berisiko tersedak.

Pastikan makanan tetap hangat, tawarkan minum sekurang-kurangnya sekali selama makan.Anjurkan keluarga untuk memeriksa rongga mulut, setiap kali makan untuk melihat sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut.

Apabila penderita telah mampu makan secara mandiri tetapi masih kesulitan saat memegang srndok atau garpu, anjurkan menggunakan peralatan yang sama yang telah dimodifikasi seperti gambar berikut.

Gambar

 

 

 

 

Alat bantu makanan buatan pabrik

Gambar

 

 

 

 

Alat bantu makanan yang sudah dimodifikasi:

Gambar 1 : menggunakan sendok yang gagangnya diselipkan melalui tengah bola kaki

Gambar 2 : menggunakansendok yang dilapisi karet busa pada pegangannya.

 

 

Latihan pergerakan sendi

Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan fungsi mobilitas sendi dan mencegah komplikasi dari imobilisasi seperti atropi otot dan kontraktur.Melakukan latihan dari leher sampai kaki secara teratur.

§  Leher

–          tekuk kepala ke depan hingga dagu menempel di dada kemudian kembali ke posisi tegak

–          tekuk kepala ke arah samping (ke arah bahu0kanan dan kiri bergantian

–          palingkan ke arah samping kanan dankiri secara bergantian

 

§  Bahu

–          angkat tangan ke atas hingga mencapai kepala kembali ke posisi semula

–          gerakkan tangan melewati tubuh hingga mencapai tangan yang lain kembalikan ke posisi semula

–          gerakkan tangan ke samping setinggi ahu hingga membentuk sudut 90 dengan tekuk sendi siku hingga jari-jari menghadap ke arah atas

–          tekuk siku hingga jari-jari menyentuh dagu dan kemudian luruskan

–          putar lengan bawah ke arah luar dan sebaliknya sehingga menghadap ke atas dan ke bawah

 

§  Pergelangan tangan

–          tekuk telapak tangan ke arah bagian dalam lengan bawah dan kemudian luruskan

–          bengkokkan telapak ke arah kelingking dan luruskan kembali

 

§  Jari-jari tangan dan ibu jari

–          kepalkan jari-jari tangan kemudian luruskan kembali

–          kembangkan jari-jari tangan kemudian kepalkan kembali

–          sentuhkan ujung ibu jari dengan jari lain secara bergantian

 

§  Panggul

–          angkat kaki dan tekuk utut, gerakkan lutut ke arah dada sejauh mungkin, turunkan ke posisi semula

 

§  Pergelangan kaki

–          dorong telapak kaki ke arah kak dan kembalikan ke posisi semula

–          dorong telapak kaki ke arah bawah dan kembalikan

–          putar telapak kaki ke arah luar dan dalam bergantian

 

Rehabilitasi Penderita Stroke Di Rumah

    1. Penataan kamar pasien

Untuk mengurangi berkurangnya kepekaan sensorik, pasien harus mendapat rangsangan yang maksimal pada sisi yang lumpuh.Kamar klien harus ditata sedemikan mungkin sehingga kegiatan dilakukan pada sisi yang lumpuh.

Gambar

 

 

 

    1. Berbaring pada sisi yang lumpuh

–          ranjang : datar seluruhnya

–          kepala : diatas dengan posisi kepala yang enak

–          badan  : agak membungkuk , diganjal dengan bantal pada punggung sampai pinggul

–          bahu yang lumpuh       : didorong ke depan dan diputar keluar

–          lengan yang lumpu      : posisi dengan sudut rentang 90 dari badan

–          seluruh lengan disandarkan pada meja kecil beralas bantal disisi ranjang pasien

–          siku dalam posisi selurus mungkin dan telapak tangan menghadap ke atas

–          posisi pergelangan paha lurus

–          lutut sedikit ditekuk

–          lengan yang sehat diletakkan di atas badan / bantal

–          pergelangan paha dan lutut agak ditekuk

Gambar

 

 

    1. berbaring terlentang

– ranjang            : datar seluruhnya

– kepala              : diatas bantal, leher tidak tertekuk

– kedua bahu diganjal dengan bantal

– lengan yang lumpuh disandarkan diatas bantal dan agak menjauhi badan

– siku diluruskan

– pergelangan tangan lurus

– semua jari diluruskan

– pinggul yang lumpuh posisi lurus dan diganjal dengan bantal

–    lengan diletakkan dibantal yang sama

Gambar:

 

 

 

 

 

 

    1. berbaring pada sisi yang sehat

–          ranjang : datar seluruhnya

–          kepala dibaringkan dengan nyaman dan lurus dengan badan

–          badan: agak bersandar ke depan

–          bahu yang lumpuh agak didorong ke depan

–          lengan yang lumpuh diatas bantal

–          sudut rentang sekitar 100 derajat dari badan

–          pergelangan tangan dan lutut agak ditekuk

–          tungkai diganjal dengan bantal

–          lengan yang normal diletakkan diposisi yang nyaman

–          tungkai yang normal diluruskan

Gambar

 

 

 

 

    1. berbalik ke samping

–          ranjang; datar seluruhnya

–          pasien berbaring dengan kedua lutut ditekuk dan tumit mendekati pinggul

–          untuk memudahkan: kedua lutut pasien dituntun ke bawah dengan posisi diatas tumit]tangan yang satunya menuntun panggul agar diangkat ke atas dan memutar ke samping

–          kemudian bahu dimiringkan dengan bantal sampai badan dalam posisi garis lurus

Gambar]

 

 

 

 

 

 

    1. Berbalik ke sisi yang normal  (secara pasif)

–          lutut yang lumpuh ditekuk

–          kedua tangan pasien digenggamkan

–          berbalik dibantu pada daerah bahu dan pinggul

–          kemudian pasien dikembalikan ke posisi semula

Gambar

 

 

 

 

 

    1. Berbalik ke sisi yang normal (secara aktif)

–          pasien tetap menggenggam kedua tangannya

–          pelatih menuntun tungkai yang lumpuh dari daerah pinggul dan sisi luar kaki

Gambar

 

 

    1. Miring ke sisi yang lumpuh (secara aktif)

Bantuan:

–          pada bahu dan lutut yang lumpuh

–          lengan dan tungkai yang srhat dibalik ke sisi lainnya oleh pasien

Gambar

 

 

 

 

 

    1. Duduk di ranjang

Ranjang:

-bagian kepala ranjang usahakan selurus mungkin

sebuah bantal diletakkan dibawah pinggul pasien

 

Kepala: tidak bersandar, bebas bergerak

Badan: tegak

Pinggul : ditekuk 90

Lengan : diluruskan di sepan sikut disandarkan pada meja ranjang klien

Gambar

 

 

 

 

 

    1. Dari posisi berbaring ke duduk

Secara pasif

–          pasien dimiringkan ke sisi tubuh yang lumpuh dengan menekuk kedua lututnya

–          pasien menyandar dengan tangan yang sehat di tepi ranjang

Gambar

 

 

Secara aktif

–          pasien berbaring pada sisi yang lumpuh

–          menekan tepi ranjang dengan tangannya yangnormal

–          pelatih membantu mengarahkan gerakan dengan menahan pinggul yang sehat dan menuntun bahu yang sehat ke arah bawah

Gambar

 

 

 

 

 

    1. Menggeser pantat

§  Secara pasif

–          berat badan pasien dipindahkan dari satu sisi ke sisi lainnya dan sambil menggeser pantatnya

–          pasien tetap merentangkan tangan yang lumpuh ke depan

–          gunakan gerakan yang teratur dan saling bergantianantara kedua bahu dan panggul

Gambar

 

 

 

 

 

 

§  Secara aktif

–          pasien tetap merentangkan tangan yang lumpuh ke depan

Gambar

 

 

 

 

 

 

    1. Pindah dari kursi ke ranjang dan sebaliknya

§  secara pasif

–          pelatih berdiri di depan pasien

–          ia menopang lengan yang lumpuh dan mengapitnya diantara lengan dan badannya serta menuntun pasien mulai dari daerah bahu

–          lutut pasien pada posisi yang lumpuh dijepit diantara kedua lutut pelatih

–          BB dipindahkan kedepan melalui kedua kakinya

–          Dengan menuntun bahunya pasien ke depan dan kebawah maka pantat pasien terangkat

–          Pelatih kemudian meletakkan kedua tangannya dipinggul pasien untuk mempermudah perpindahan berat badan

–          Selama melakukan seluruh gerakkan tersebut, tungkai yang lumpuh tetap berada dalam jepitan lutut dan kaki pelatih

Gambar

 

 

 

 

 

§  secara aktif dengan bantuan

–          untuk mempermudah pasien membungkuk ke depan, letakkan kursi kecil di depannya, pasien dapat menyandarkan kedua tangannya pada kursi itu sambil tetap saling menggenggam seperti halnya ketika berdiri

–          adalah penting untuk menempatkan kedua tumit ke lantai, posisi kedua kaki harus berada di bawah lutut

–          dengan kedua tangan saling menggenggam, rentangkan ke depan dan sandarkan pada kursi.

–          Angkat pantat dan alihkan berat badan ke bagian depan sehingga posisi kepala akan di depan kaki

–          Pindah ke kursi atau ranjang

–          Pelatih menuntun pemindahan mulai dari pinggul agar prosesnya berjalan lancar dengan cara yang sama, juga dapat dilakukan dengan pemindahan pasif

–          Pelatih berada di sisi lain, ia membungkukkan pasien , menjepitnya antar kedua sikut dan meletakkan kedua tangannya di bawah pinggul. Satu kaki mencegah pasien agar tidak tergelincir selama proses pemindahan

Gambar

 

 

 

 

 

 

§  Secara aktif

–          tanpa bantuan kursi roda

–          pastikan pijakan kaki sudah stabil

–          kedua tangan direntangkan

–          membungkuk

–          pindahkan, BB ke depan dan ke angkat pantat

–          putar badan ke arah kursi roda

–          gerakan dituntun mulai dari kedua bahu

gambar

 

 

 

 

 

    1. Berpindah tanpa bantuan

–          badan bersandar ke depan, dan raih dengan kedua tangan

–          angkat pantat: jika bisa, berdiri

–          berpindah ke kursi roda atau ranjang melalui sisi yang lumpuh

Gambar

 

 

 

 

 

    1. Duduk di kursi roda di belakang meja

–          bantal : diletakkan pada punggung bawah

–          kedua lengan direntangkan, kedua sikut bersandar pada meja.perhatikan posisi tangan yang benar

–          kedua kaki diletakkan diatas lantai atau kursi kecil

gambar

 

 

 

 

 

    1. Dari posisi duduk ke posisi berdiri

–          letakkan kursi tanpa sandaran di depan pasien

–          pasien merentangkan tangan yang lumpuh ke depan kemudian membungkukkan badannya sehingga posisi kepala berada di depan kaki sambil mengangkat pantatnya

–          bantuan yang diberikan pelatih:

§  berdiri pada sisi yang lumpuh

§  satu tangan menahan pinggul pasien yang sehat

§  satu tangan lainnya ditaruh diatas lutut yang lumpuh

gambar

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: